“Musim Kemarau, Pahumaan Berubah Wajah: Warga Desa Jamil Berkebun Kacang Tanah”
- Dec 14, 2025
- KIM DESA JAMIL
Ketika musim kemarau tiba, warga Desa Jamil melakukan berbagai penyesuaian dalam mengelola lahan pertanian agar tetap produktif. Salah satu upaya yang telah menjadi kebiasaan masyarakat adalah mengalihkan fungsi lahan pahumaan—lahan sawah tadah hujan—menjadi lahan perkebunan kacang tanah. Langkah ini dipilih sebagai solusi yang dinilai paling sesuai dengan kondisi alam saat ketersediaan air mulai berkurang.
Perubahan fungsi lahan tersebut bukan tanpa alasan. Pada musim kemarau, pahumaan tidak dapat ditanami padi secara optimal karena minimnya pasokan air. Kacang tanah dipilih karena merupakan tanaman yang relatif tahan terhadap kondisi kering dan tidak membutuhkan pengairan intensif. Dengan karakteristik tersebut, tanaman kacang tanah mampu tumbuh baik meskipun curah hujan rendah.
Proses pengolahan lahan pahumaan menjadi kebun kacang tanah dilakukan secara sederhana dan mengandalkan pengalaman turun-temurun. Warga membersihkan lahan, menggemburkan tanah, lalu menanam benih kacang tanah dengan pola tanam yang disesuaikan dengan kondisi tanah setempat. Aktivitas ini biasanya dilakukan secara bergotong royong, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Desa Jamil.
Selain mudah dibudidayakan, kacang tanah juga memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Hasil panen dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun dijual ke pasar lokal. Dengan demikian, alih fungsi lahan pahumaan ini membantu warga menjaga stabilitas ekonomi keluarga selama musim kemarau berlangsung.
Tradisi berkebun kacang tanah di lahan pahumaan juga menjadi bentuk kearifan lokal masyarakat Desa Jamil dalam menghadapi perubahan musim. Pengetahuan tentang waktu tanam, perawatan, hingga masa panen diwariskan secara turun-temurun, sehingga pola pertanian ini tetap bertahan dan relevan hingga saat ini.
Di sisi lain, pemanfaatan pahumaan sebagai kebun kacang tanah turut menjaga agar lahan tidak dibiarkan kosong dan terbengkalai selama musim kemarau. Lahan yang tetap dikelola dengan baik akan menjaga kesuburan tanah dan memudahkan proses pengolahan kembali saat musim hujan tiba untuk ditanami padi.
Dengan mengalihkan fungsi lahan pahumaan menjadi kebun kacang tanah, warga Desa Jamil menunjukkan kemampuan beradaptasi terhadap kondisi alam. Praktik ini tidak hanya mencerminkan ketahanan masyarakat desa dalam menghadapi musim kemarau, tetapi juga menjadi bagian dari pola hidup agraris yang selaras dengan lingkungan dan berkelanjutan.